[HOAKS] Prabowo Menyatakan Siap Perang Melawan Malaysia

Uncategorized Kompas

[HOAKS] Prabowo Menyatakan Siap Perang Melawan Malaysia
Hasil Periksa fakta

Salah Kategori Berita: Uncategorized Sumber:

Narasi
KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto diklaim menyatakan siap berperang melawan Malaysia. Kabar ini muncul di media sosial pada Agustus 2025. Sebagai informasi, wilayah perairan Blok ND6 dan ND7 dalam Peta Baru Malaysia tahun 1979 kembali menjadi sengketa. Keterangan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Malaysia membuat pernyataan resmi yang menolak menggunakan istilah "Ambalat" melainkan Laut Sulawesi. Di media sosial, pernyataan Prabowo yang siap berperang dikaitkan dengan sengketa tersebut. Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi itu tidak benar atau merupakan hoaks. Video Prabowo menyatakan siap berperang melawan Malaysia disebarkan oleh akun Facebook ini dan TikTok ini. Berikut teks yang tertera dalam video yang diunggah salah satu akun pada 11 Agustus 2025: Kabar Mengejutkan pak prabowo menyatakan siap perang dengan malaysia PRABOWO SIAP PERANGNKRI Harga mati akun Facebook Tangkapan layar konten hoaks di sebuah akun Facebook, 11 Agustus 2025, mengenai Prabowo menyatakan siap berperang melawan Malaysia,
Penjelasan
Suara dan video Prabowo bersumber dari keterangan pers di Pangkalan TNI AU, Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta pada Rabu, 9 April 2025. Pidato lengkapnya dapat dilihat di kanal YouTube Kompas.com. Prabowo memaparkan rencana evakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina. "Karena itu saya sampaikan bahwa Indonesia siap bila diminta oleh semua pihak yang terlibat untuk berperan. Kami siap berperan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan Indonesia.," ujar Prabowo pada menit ke-6 detik ke-14. Dalam pidatonya, ia mengatakan siap "berperan" bukan "berperang". Sementara, terkait penolakan Malaysia menggunakan nama "Laut Ambalat", Prabowo menyatakan akan mencari penyelesaian damai. "Kita cari penyelesaian yang baik, yang damai," kata dia pada Kamis, 7 Agustus 2025 sebagaimana diwartakan Kompas.com. "Ada iktikad baik dari dua pihak. Kita jangan... biasalah, ada mungkin... intinya kita mau punya penyelesaian baik," lanjutnya.
Referensi