[SALAH] Vaksin Campak Sebabkan Autisme Anak

Kesehatan Mafindo

[SALAH] Vaksin Campak Sebabkan Autisme Anak
Narasi

Akun Facebook “Senja Kelana” pada Rabu (22/12/2025) mengunggah gambar [arsip] dengan narasi:

“VAKSIN CAMPAK BERAKIBAT AUTIS JANGAN SALAHKAN ALLOH SWT DENGAN MENGATAKAN.. "SUDAH TAKDIR..!", 

SEBAB KALIAN DIBERI OTAK/ AKAL OLEH ALLOH TA'ALA UNTUK BERTANYA, "APA SAJA JEROAN VAKSIN YG AKAN DISUNTIKKAN KE DALAM ANAKKU..??!!"

Terlanjur divaksin? TAUBATLAH..!!!! 

CEPAT Keluarkan Zat-zat Laknat Vaksin / imunisasinya dengan cara 3in1 Langsung Bersamaan Dengan izin Alloh SWT. SEBELUM TERLAMBAT..!

Per Selasa (19/5/2026) unggahan tersebut sudah ditonton 481 kali, disukai 19  kali, dibagikan 10 kali dan menuai 1 komentar.

Penjelasan

TurnBackHoax lalu memasukkan kata kunci “vaksin campak sebabkan autisme anak” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah artikel dan berita, antara lain.  


  • Berita antaranews.com “Vaksin campak sebabkan autisme pada anak” yang tayang pada Senin (11/5/2026). Berita ini melaporkan bahwa vaksin MMR berfungsi melindungi anak dari tiga penyakit menular, yaitu campak (measles), gondong (mumps), dan rubella (campak Jerman). Penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak dicegah melalui imunisasi.

  • Berita tirto.id “Vaksin MMR Sebabkan Autisme pada Anak” yang tayang pada Jumat (1/5/2026). Berita ini melaporkan bahwa vaksin MMR menyebabkan autisme tidak didukung bukti ilmiah. Berbagai penelitian tidak menemukan hubungan antara vaksin MMR dan gangguan spektrum autisme (ASD). Klaim tersebut berasal dari studi Andrew Wakefield tahun 1998 yang telah ditarik karena masalah etik dan data yang tidak valid.


Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “Vaksin Campak sebabkan Autisme Anak”.

Kesimpulan
Faktanya, tidak ditemukan informasi resmi atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim. Jadi unggahan berisi narasi “vaksin campak sebabkan autisme anak” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).
Hasil Periksa fakta
Referensi