[SALAH] Pigai: Penculikan WNI oleh Militer Israel Adalah Risiko Memasuki Zona Berbahaya

Politik Mafindo

[SALAH] Pigai: Penculikan WNI oleh Militer Israel Adalah Risiko Memasuki Zona Berbahaya
Narasi

Akun Facebook “Ardian Channel” pada Rabu (20/5/2026) mengunggah foto [arsip] berisi narasi: 

“Militer Israel Telah Menculik 9 Jurnalis WNI Menteri HAM Pigai: “Itu Resiko, Siapa Yang Nyuruh ke Zona Berbahaya”.

Pengunggah juga menuliskan takarir:

“Terkait Militer Israel Sandera 9 Jurnalis WNI (warga negara Indonesia)

Menteri HAM Pigai : “ Itu Salah Sendiri “.”.

Hingga Kamis (21/5/2026), unggahan tersebut telah disukai 160-an akun, menuai 470-an komentar serta dibagikan ulang lebih dari 50 kali.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “Menteri Pigai menyatakan Penculikan 9 WNI adalah risiko” ke mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ada media kredibel dan laporan resmi yang membenarkan klaim.

TurnBackHoax kemudian memasukkan kata kunci “respons Menteri Pigai tentang penculikan WNI” ke mesin pencari Google. Penelusuran mengarah ke pemberitaan kompas.com “Pigai: Pemerintah Gunakan Jalur Diplomasi dan PBB Lindungi WNI yang Ditangkap Israel”. Reportase yang tayang Rabu (20/5/2026) itu menjelaskan bahwa Menteri HAM Pigai menekankan pemerintah mengecam aksi penculikan tersebut. Disebutkan, kecaman telah disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Pigai juga menyampaikan pemerintah telah melakukan upaya diplomasi melalui PBB untuk membebaskan sembilan WNI tersebut. 

Untuk diketahui, dilansir dari laporan tirto.id, sebanyak sembilan WNI (yang terdiri dari jurnalis dan aktivis) tergabung dalam armada kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Rombongan yang sedang mengangkut bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza tersebut dilaporkan telah dicegat oleh pasukan militer Israel di perairan internasional dekat Siprus, Mediterania Timur, pada Senin (18/5/2026) waktu setempat.

Kesimpulan
Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Menteri HAM Natalius Pigai justru menekankan pemerintah telah melakukan upaya diplomasi untuk membebaskan WNI yang diculik. Jadi, unggahan berisi klaim “Pigai: Penculikan WNI oleh Militer Israel Adalah Risiko Memasuki Zona Berbahaya” merupakan konten palsu (fabricated content).
Hasil Periksa fakta
Referensi