[SALAH] Virus Hanta Tak Menular Antar-Manusia, Vaksinnya Dipatenkan Sejak 2022

Kesehatan Mafindo

[SALAH] Virus Hanta Tak Menular Antar-Manusia, Vaksinnya Dipatenkan Sejak 2022
Narasi

Akun TikTok “anfauhumlinnas05l” pada Jum’at (15/05/2026) mengunggah video [arsip] yang menunjukkan cuplikan wawancara mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dengan Arie Untung yang isinya menyebutkan virus hanta tidak menular antarmanusia dan vaksinnya telah dipatenkan sejak 2022.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut dengan menggunakan Google Lens. Hasilnya menunjukkan bahwa video yang beredar merupakan cuplikan dari siniar Cerita Untungs yang tayang di kanal YouTube Arie Untung pada Rabu (14/05/2026).

Merujuk hasil verifikasi Tim Cek Fakta Tempo yang mewawancarai epidemiolog serta menelusuri sejumlah jurnal ilmiah dan sumber kredibel lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa virus Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia. Selain itu, paten yang diajukan pada 2022 bukanlah paten vaksin virus hanta, melainkan protein antigen yang berpotensi digunakan untuk pengembangan vaksin.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa virus Andes pernah menyebabkan wabah di Argentina dan dapat menular antarmanusia. Temuan tersebut juga sejalan dengan penjelasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), serta Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC). Meski demikian, ECDC menjelaskan bahwa penularan antarmanusia pada virus Andes tergolong jarang dan biasanya terjadi melalui kontak yang erat atau berkepanjangan dengan penderita.

Klaim bahwa vaksin virus hanta telah dipatenkan sejak 2022 juga tidak tepat. Pengajuan yang dilakukan ilmuwan Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) sebenarnya berkaitan dengan protein antigen dari varian Seoul yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan vaksin. Antigen merupakan bagian dari virus yang dapat memicu tubuh membentuk antibodi untuk melawan infeksi.

Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, mengatakan virus hanta bukanlah virus baru karena telah dikenal sejak lama. Menurutnya, penelitian dan pengembangan vaksin virus hanta merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan kesehatan, bukan bukti bahwa virus tersebut sengaja dibuat untuk memicu pandemi. Vaksin tersebut ditujukan bagi kelompok berisiko tinggi di beberapa negara, seperti Korea Selatan, Cile, Argentina, dan Amerika Serikat.

Kesimpulan
Virus Andes merupakan satu-satunya jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia, meski kasusnya tergolong jarang. Selain itu, paten yang diajukan pada 2022 berkaitan dengan protein antigen yang digunakan untuk pengembangan vaksin, bukan paten vaksin virus hanta. Dengan demikian, klaim “virus hanta tak menular antar -manusia, vaksinnya dipatenkan sejak 2022” merupakan konten yang menyesatkan (Misleading Content).
Hasil Periksa fakta

Salah Sumber: https://archive.ph/8MOKP

Referensi