[SALAH] China Putuskan Hubungan Investasi dengan Malaysia

Uncategorized Mafindo

[SALAH] China Putuskan Hubungan Investasi dengan Malaysia
Narasi

Kanal YouTube “Ruang Baru” pada Minggu (18/1/2026) membagikan video [arsip] disertai narasi:

“INDO JADI MITRA SEJAJAR! MALAYSIA BAK CACING KEPANASAN

CHINA PUTUS HUBUNGAN ALIHKAN INVESTASI BESAR KE INDONESIA LAPANGAN KERJA SIAP MELEDAK

INDONESIA CINA MOU 36,4 TRILIUN RUPIAH BUKAN SEKEDAR UANG INI GAME CHANGER SELANGKAH MENUJU INDONESIA JADI NEGARA MAJU MALAYSIA MULAI TERTINGGAL JADI CACING KEPANASAN MENDENGAR KABAR INI”

Unggahan disertai takarir:

“MALAYSIA KEPANASAN! INDONESIA JADI PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI BARU, CHINA GELONTORKAN DANA GILA2AN!!”

Per Senin (26/1/2026) konten tersebut telah ditonton lebih dari 813 kali dan mendapat 33 tanda suka dari pengguna YouTube lainnya.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri kebenaran klaim dengan memasukkan kata kunci “China putuskan hubungan investasi dengan Malaysia” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke sejumlah pemberitaan, antara lain:

  • Berita metrotvnews.com “Xi Jinping Kunjungi Malaysia, Tawarkan Tiongkok sebagai Mitra Dagang Andal”, tayang Rabu (16/4/2025). Berita ini melaporkan bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping mengunjungi Malaysia pada Selasa (15/4/2025) untuk memperkuat hubungan perdagangan dan diplomatik di tengah ketegangan global akibat kebijakan tarif Amerika Serikat.

  • Berita theedgemalaysia.com “China likely to remain Malaysia’s largest trading partner – ambassador”, tayang Senin (22/12/2025). Berita ini melaporkan bahwa China akan mempertahankan posisinya sebagai mitra dagang terbesar Malaysia untuk tahun ke-17 dengan investasi kumulatif mencapai US$20,8 miliar.

Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan informasi dari sumber kredibel yang membenarkan klaim “China putuskan hubungan investasi dengan Malaysia”.

Kesimpulan
Tidak ditemukan informasi kredibel yang membenarkan klaim. Unggahan video berisi klaim “China putuskan hubungan investasi dengan Malaysia” merupakan konten palsu (fabricated content).
Hasil Periksa fakta
Referensi