[SALAH] Prabowo Kerahkan Alutsista karena Malaysia dan Singapura Ancam Kedaulatan RI

Politik Mafindo

[SALAH] Prabowo Kerahkan Alutsista karena Malaysia dan Singapura Ancam Kedaulatan RI
Narasi

Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “Cetakgol IDN” pada Sabtu (25/4/2026) berisi narasi:

“Malaysia Singapura Ancam Kedaulatan Indonesia, Prabowo Geram Turunkan Jet Tempur dan Kapal Perang”

Hingga Selasa (28/4/2026) unggahan ini telah mendapatkan 1,100 tanda suka, menuai 405 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 130 ribu kali.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 20 menit 5 detik tersebut dari awal hingga akhir. Setelah disimak video tersebut hanya membahas penolakan Malaysia dan Singapura tentang ide Purbaya memungut pajak lintas Selat Malaka, hingga akhir tayangan.

Dilansir dari pemberitaan tribunnews.com “Reaksi Keras Malaysia dan Singapura Atas Ide Purbaya yang Mau Kenakan Tarif Selat Malaka” yang terbit Kamis (23/4/2026). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pernah membuat celetukan untuk menarik tarif kapal di Selat Malaka, meniru langkah Iran di Selat Hormuz, celetukan tersebut disampaikan dalam acara Simposium PT SMI 2026 di Jakarta pada Rabu (22/4/2026).

Pernyataan tersebut kemudian memancing reaksi dari Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, dan Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, yang kompak menolak keras ide tersebut.

Sementara itu, dilansir dari suara.com, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi bahwa rencana itu tidak dimaksudkan sebagai konteks yang serius. Purbaya sadar jika hal tersebut pasti sulit direalisasikan, mengingat Selat Malaka merupakan wilayah kedaulatan bersama, ia mengusulkan adanya kerja sama kolektif dengan dua negara tetangga.

Kesimpulan
Faktanya Malaysia dan Singapura hanya menyampaikan penolakan mereka terhadap ide Purbaya untuk memasang tarif kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka. Unggahan berisi klaim “Prabowo kerahkan alutsista karena Malaysia dan Singapura ancam kedaulatan RI” adalah konten menyesatkan (misleading content).
Hasil Periksa fakta
Referensi